Padahal, secara teologis bahaya fitnah maupun kebohongan sebenarnya sudah diingatkan oleh sebuah pepatah Arab-Syria yang menyatakan, "Salamatul insan fi hifdzil lisan" --keselamatan seseorang
iNews - Sabtu, 23 Maret 2019 - 05:00:00 WIB JAKARTA, iNews.id - Menjaga lisan memang penting dilakukan oleh umat Muslim. Sebuah hadist mengatakan, "Salamatul insan fi hifdzil lisan. Selamatnya manusia jika dia pandai menjaga lisannya." Untuk itu, hendaknya kita senantiasa menjaga lisan dan jangan sampai merugikan orang lain melalui sebuah ucapan.
Di samping tentu saja juga menjaga anggota tubuh di antara kedua pahanya yang tak lain adalah kelamin. "Salamatul insan fi hifzhil lisan/ keselamatan manusia berada pada kesanggupan menjaga lisannya," demikianlah pepatah Arab menyatakan. Dalam konteks ini, banyak uneg-uneg yang semestinya kita sensor. Tidak setiap apa yang ingin kita sampaikan
Sebuah pepatah Arab menyatakan: " Salamatul insan fi hifzhil lisan " (Keselamatan manusia itu sangat tergantung pada pemeliharaan lisan). Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Turmudzi, Nabi SAW pernah duduk bersama 'Aisyah RA. Tiba-tiba Sofiah Binti Huyai, istri beliau, datang menemui keduanya.
Lisan merupakan perangkat di dalam tubuh manusia yang bisa menimbulkan manfaat, namun sekaligus mudarat yang besar bila tak benar penggunaannya. Karena itu ada pepatah Arab mengatakan, salâmatul insan fî hifdhil lisân (keselamatan seseorang tergantung pada lisannya). Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain.
Salamatul insan fi hifdzil lisan, selamatnya manusia tergantung bagaimana ia mampu menjaga lisannya. Allah SWT menyeru kepada kita untuk selalu berkata benar, niscaya Allah akan memperbagus amalan kita, mengampuni dosa kita dan menunjukkan kepada kita kemenangan yang besar:
Dalam mahfuzat (kata mutiara) kita sering mendengar, salamatul insan fi hifdzil lisan yang berarti selamatnya seorang manusia terletak pada menjaga lisannya. Karena sesungguhnya banyak malapetaka yang disebabkan oleh lisan yang tidak terjaga, dan yang paling terbesar adalah menjerumuskan pelakunya kedalam neraka.
Karena itu ada sebuah pepatah dalam bahasa Indonesia menyebutkan: "Mulutmu adalah harimaumu" dan sebuah pepatah Arab menyatakan: "Salamatul insan fi hifzhil lisan" (Keselamatan manusia sangat tergantung pada penjagaan lisannya).
Salamatul Insan Fi Hifdzil Lisan. dedi iswanto 11:10 PM No comments. menjadi orang besar dan terpandang bukan di tentukan oleh jabatan dan seberapa banyak harta yang di miliki. tapi lebih kepada bagaimana orang itu bisa lebih menghargai orang yang lebih rendah di bawahnya dan membantu mereka. hidup itu seperti roda,berputar silih berganti
Kata bohong atau kebohongan berkaitan dengan jujur dan lisan. Dalam pepatah arab lebih banyak mahfudzot yang menyebutkan mengenai perihal pentingnya menjaga lisan serta untuk berperilaku jujur. Seperti apa mahfudzot menjaga perkataan?
4ZB1z.